Articles Comments

Galeribogor.net » Flora & Fauna, Wisata Alam » Eksotisme Gunung Gede Pangrango

Eksotisme Gunung Gede Pangrango

Kamis 23 Juni 2011 memasuki kawasan pasar di Kebun Raya Cibodas , hilir mudik pedagang mulai membuka lapaknya, serombongan pendaki dengan perlengkapan lengkap lalu lalang disekitar basecamp Green Ranger. Semilir dinginnya udara semakin memantabkan langkah menuju Puncak Gunung Gede

Sejak tahun 1980 Gunung Gede berada di dalam ruang lingkup kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), yang merupakan Taman Nasional pertama di Indonesia dari lima Taman Nasional yang sudah ada saat ini. Gunung ini terletak di tiga wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi. Ketinggian puncak gunung ini mencapai 2.958 mdpl (meter diatas permukaan laut) atau sekitar 9.705 kaki. Bagi para pendaki terdapat tiga akses pintu masuk resmi untuk bisa masuk menuju puncak gunung ini, yang pertama melalui Cibodas – Bogor, Gunung Putri – Cipanas, dan Salabintana – Sukabumi.

Bagi para pendaki untuk memasuki kawasan, diwajibkan terlebih dahulu membuat Surat Izin Masuk Konservasi (SIMAKSI) yang dapat diurus di kantor balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) – Cibodas. Kurang lebih setiap harinya Kantor Balai TNGGP mengizinkan sebanyak 600 pendaki yang dibagi di setiap pintu masuk pendakian. Untuk pintu masuk Cibodas sebanyak 300 pendaki, Gunung Putri 200 pendaki, dan Salabintana 100 pendaki. Dan izin yang diberikan hanya 2 hari untuk kegiatan pendakian. Pada kegiatan mendaki kali ini, jalur yang akan ditempuh oleh tim melalui jalur Cibodas – Bogor.

pintu masuk pendakian yang paling banyak dipilih yaitu melalui Cibodas. Selain jalur menuju puncak gunung yang cukup landai dan mudah, terdapat beberapa lokasi yang menarik dan sayang untuk tidak disinggahi, tempat ini sangat cocok bagi penggemar foto landscape, sajian aneka warna alam sontak membuat kamera tidak akan pernah masuk ke dalam “sarangnya”. Contohnya saja Telaga Biru, sebuah danau kecil yang berukuran sekitar 5 hektar yang berada 1.5 km tak jauh dari pintu masuk Cibodas. Selanjutnya Rawa Gayonggong yang diatasnya terdapat jembatan kayu kira-kira sepanjang 1 km dan dibagian bawahnya didominasi oleh rumput Gayonggong.

Melewari rumput gayonggong, perjalanan ditempuh sekitar 20 menit dengan kondisi jalan santai, kita bisa menemukan sebuah Curug yang diberi nama Curug Cibeureum  ,berdasar peta kira-kra berjarak 2,8 km dari pintu Cibodas. Derasnya deburan air  yg jatuh dari jarak 50m, udara yang sejuk membuat pengunjung selalu ingin berlama-lama dilokasi ini.

Tak jauh dari Curug Cibeureum ini, terdapat juga Curug Cidendeng dan Curug Cikundul yang ketinggiannya pun juga hampir sama. Kelima lokasi diatas berada di daerah kawasan wisata Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Dan berhubung misi kali ini adalah menuju puncak Gunung Gede maka lokasi ketiga air terjun tersebut tidak disinggahi.

daripertigaan di pos kedua Panyancangan (menuju daerah pendakian – wisata air terjun – dan Cibodas) jalur sudah mulai mendaki dan berkelok-kelok melewati pohon-pohon besar serta terkadang ditemukan beberapa pohon yang tumbang disepanjang jalur. Apabila beruntung ditemukan juga aneka satwa burung, serangga,  kera dan flora yang unik-unik serta bertaburnya aneka Anggrek dibeberapa pohon besar. Aneka lumut pun menjadi penghias lantai bak permadani yang segar dipandang mata. Suasana ini menjadikan Gunung Gede adalah kawasan Hutan Hujan Tropis yang ternama di Indonesia.

Terdapat beberapa pos utama disepanjang jalur pendakian ini. Pos 1 yaitu Cibodas. Pos 2 Panyangcangan, Pos 3 Air Panas, Pos 4 Kandang Batu, dan Pos 5 Kandang Badak. Dan pos kecil lainnya terdapat di antara Pos Panyancangan dan Pos Air Panas. Terdapat 5 pos kecil yaitu, Rawa Denok 1, Rawa Denok 2, Batu Kukus 1, Batu Kukus 2, dan Batu Kukus 3. Berjaan tak jauh dari Pos Air Panas akan dijumpai Air Terjun yang memiliki suhu air sekitar 50-70 derajat celcius. Dan bagi para pendaki ini adalah rintangan yang tentu saja harus sangat diperhatikan. Karena selain panasnya air dan licinnya batu, pendaki harus siap extra untuk tidak terjatuh kedalam jurang yang nyaris tak dapat terlihat seberapa dalamnya. Terdapat pegangan berupa tali yang telah ditancapkan dari satu tiang ke tiang berikutnya untuk membatu para pendaki melewati daerah ini.

setengah jam perjalanan kita dapat menjumpai Pos Kandang Badak, merupakan pos terakhir untuk mencapai puncak Gunung Gede. Berada di ketinggian sekitar 2.220 mdpl dengan jarak sekitar 7,8 km dari pintu masuk Cibodas. Lokasi ini sering dipakai pendaki untuk camping sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Gede maupun Gunung Pangrango. Dan untuk sampai di puncak Gunung Gede yang berada di ketinggian 2.958 mdpl dengan jarak 9,7 km atau 6 jam perjalanan dari pintu Cibodas, para pendaki akan melewati hutan vegetasi serta sebuah tanjakan batu yang cukup curam dengan kemiringan sekitar 70 derajat. Tanjakan ini dikenal dengan nama “Tanjakan Setan”.

Dua jam berjalan dari pos Kandang Badak tibalah di Puncak Gunung Gede. Tak terbayarkan ketika sudah sampai di puncaknya, hamparan pemandangan kota Bogor, Cianjur, dan Sukabumi serasa kita berada di Negeri di Atas Awan. Langit biru, kicauan burung nan merdu, serta udara yang dingin mengajak kita untuk sejenak berkontemplasi sambil menikmati setiap tarikan nafas yang merupakan anugrah yang tak terkira dari Dia, yaitu Sang Maha Pencipta Tuhan Semesta Alam. Semoga kelestarian alamnya dapat dipertahankan manusia untuk generasi selanjutnya.

Note: Dari Jakarta menuju Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang berada di Cibodas dapat ditempuh sekitar 3 jam perjalanan (sekitar 100 km). Lokasi balai TNGGP berada di sebelah kanan setelah pasar Kebun Raya Cibodas (Ronny Syamara)

Filed under: Flora & Fauna, Wisata Alam · Tags:

11 Responses to "Eksotisme Gunung Gede Pangrango"

  1. Raiyani says:

    Terimakasih Ronny Syamara atas partisipasinya berbagi di galeribogor.net, sukses terus dalam berkarya

    salam,
    Raiyani Muharramah

  2. ronny says:

    Sama-sama Ibu… Semoga ini bukan awal dan akhir dalam kontribusi saya di galeribogor.net

  3. Terima kasih juga buat rony ..bisa menikmati hasil karya yang beda …dengan kwalitas yang sama …sukses buat galeribogor..

  4. Eria says:

    Akses kendaraan angkot klo dari stasiun bogor naik apa ja yah klo mau ke curug cibeureum itu?? Tlng infonya gan..

  5. ronny says:

    To. Mbak Eria

    Akses untuk menuju Curug Cibeureum dari stasiun Bogor ada 2 pilihan.
    1. St. Bogor – Terminal Baranangsiang – naik angkot ke Cianjur (L300) – turun di simpang pertigaan Cibodas – naik angkot kuning ke arah TNGGP.

    2. St. Bogor – Sukasari – Cisarua – lalu nyambung lagi ke simpang pertigaan Cibodas – naik angkot kuning ke arah TNGGP.

    Lebih enak sih alternatif yg pertama, cuma harus siap untuk berdesak-desakkan saat naik L300.

    semoga membantu.
    salam.

  6. aska says:

    Suka foto”nya kuerennn… thank’s for sharing mas Ronny..

    1. ronny says:

      @ mbak aska:
      Terima kasih sudah mau mampir di artikel ini dan galeribogor.net.

  7. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980.

  8. Haryadi be says:

    Waaaaah!!

    Mudah2an bisa kemari suatu saat nanti…

Leave a Reply

*

*