Articles Comments

Galeribogor.net » Wisata Sejarah » Mausoleum Van Motman

Mausoleum Van Motman

Gedung Mausoleum van Motman terletak di Kampung Pilar, Desa Sibanteng, Kec. Leuwisadeng, Kab. Bogor. Sekitar 25 Km dari Kota Bogor ke arah barat. Disebut moseleum karena di dalam bangunan ini sampai tahun 1974 tersimpan empat jenazah keluarga van Motman yang diawetkan pada kotak kayu persegi yang bagian atasnya ditutupi kaca.

Didirikan oleh Pieter Reinier van Motman, tuan tanah perkebunan Dramaga ke-tiga (1890 – 1911), gedung ini berada di lahan pekuburan keluarga van Motman. Komplek makam ini merupakan bagian lahan yg dahulunya dikenal dengan sebutan afdeling Jambu.

Gedung berwarna putih yang terlihat kusam ini berbentuk letter plus (salib) dan memiliki sebuah kubah di bagian atasnya. Menurut Anthony Holle, seorang kerabat keluarga van Motman, arsitektur gedung moseleum ini merupakan replika dari gereja Santo Petrus di Kota Roma.

Di halaman moseleum dahulunya terdapat 33 kuburan keluarga dan kerabat van Motman. Areal ini pertama kali digunakan sebagai makam tanggal 5 Desember 1811 ketika Gerrit Willem Casimir van Motman (1773 – 1821), lelaki van Motman pertama yang menjejakkan kaki di tanah Jawa menguburkan anak perempuannya yang bernama Maria Henrietta.

Kini sejumlah pilar bekas nisan makam masih terlihat di halaman gedung moseleum. Keadaannya sangat terbengkalai. Dahulu pilar nisan-nisan tersebut terlihat anggun dengan pualam yang menutupinya. Kini tonggak penanda kubur itu menjadi kelam dengan ditumbuhi lumut dan tumbuhan merambat. (sumber: Napaktilas Peninggalan Budaya)


Filed under: Wisata Sejarah · Tags:

20 Responses to "Mausoleum Van Motman"

  1. agung sudomo says:

    Wah, sepertinya menarik. Apakah tempat ini terbuka untuk umum?

    1. Raiyani says:

      @Agung sudono, terimakasih kunjungannya ke galeribogor.net, tempat ini terbuka untuk umum, tentu sangat menarik mengunjungi tempat-tempat bersejarah, bangunan yang indah serta cerita masa lalu yang menarik, selamat berkunjung ke museleum van motman

  2. andree Eldinata says:

    Mbak Rai ……Kayaknya cocok untuk foto2 Gothics… tapi kayaknya nggal terlalu luas seperti taman prasasti ya ? Tks..

    1. Raiyani says:

      iya benar pak Andree, suasana dan bangunannya bagus, suasana seperti terlihat pada foto, namun tidak seluas taman prasasti

  3. Yudi says:

    Saya melewati tempat ini hampir tiap hari, sampai beberapa minggu lalu saya melihat plang tempat tersebut, saya pun penasaran dan mampir melihatnya, tempat yang cukup menakjubkan. saya harap tempat tersebut segera dipugar Pemda setempat menjadi lebih baik lagi.

  4. Antoni Holle says:

    Saya mengucapkan terimakasih kepada Pemda Kabupaten Bogor yang telah memberikan perhatiannya atas makam keluarga dan rencana untuk melakukan pemugaran dengan ditetapkannya makam ini sebagai benda cagar budaya.
    Semoga bisa menjadi objek sejarah dan daya tarik yang menarik bagi kota Bogor untuk kunjungan wisata.

    1. Raiyani says:

      terimakaih kembali Antoni, semoga yang ditampilkan disini bisa banyak memberi informasi bagi masyarakat

  5. Salut… Suatu kebanggaan buat saya bila berkenan di suatu waktu dapat berkenalan dgn anda juga semua yg ada di galeribogor, kita mungkin punya satu hati, yaitu mencintai Bogor… Please Kontak saya, atau mungkin dalam waktu dekat, saya pribadi akan sillahturahmi ke Galeribogor… thanks..

    1. Raiyani says:

      salam kenal kembali sdr Agung badarudin, insyaallah kita bisa bekerja sama:), terimakasih atas apresiasinya di galeribogor.net

      1. Antoni Holle says:

        Saya sangat senang juga bila dapat berkenalan dengan anda semua di galeri bogor.
        Terimakasih dan sampai ketemu.

  6. denybudiman says:

    sore mas Antoni
    saya juga masih keturunan sana mas .waktu thn 2006 anak tante marie ke jakarta ke rumah ibu saya
    nenek saya di lewiliang desa sukamanah
    foto yg di negeri belanda juga pernah di kasih

  7. muhammad soleh says:

    Saya sangat ingin mengetahui hubungan antara GWC van Motman dengan W A Baron Baud, dimana kedua pengusaha besar ini mengclaim tanah perkebunan yang sama, khusunya di daerah Bolang dan Djasinga…. Apabila ada yang bisa menjelaskan, saya sangat berterima kasih sekali.

  8. muhammad soleh says:

    Mbak Raiyani ysh,
    Saya sudah mengubek-ubek hampir semua situ dan blog yang memuat Famili Van Motman, semuanya hanya menceriterakan kebesaran dan masa keemasannya Keluarga van Motman saja.
    Kalau kita lihat sejarah pada waktu itu, terutama setelah kebangkrutan VOC dan Pemerintah Belanda memiliki hutang banyak, maka sasaran untuk menutupi kekurangan dana di Negeri Belanda adalah tanah jajahannya yaitu “Hindia Belanda”. Tanam Paksa yang sangat menyengsarakan masyarakat Indonesia (waktu itu) 100% didukung oleh para pengusaha-pengusaha seperti Jean Chrétien baron Baud, selain sebagai Gubernur Jenderal di Hindia Belanda, ia juga seorang pengusaha perkebunan besar di Jawa Barat, termasuk putranya W A Baron Baud sebagai penerus perusahaan perkebunannya. Begitu juga pengusaha besar seperti GWC van Motman yang mengklaim sebagai pengusaha besar di Dramaga dan sekitarnya bersikap sama terhadap berlakunya Tanam Paksa itu. Hal ini bisa kita maklumi, karena mereka harus loyal terhada Pemerintah Hindia Belanda.
    Kita bisa bayangkan, Bangsa Belanda yang sudah lebih darin 300 tahun menguras kekayaan bumi Nusantara, mestinya sampai generasi sekarangpun mereka masih mempunyai warisan kekayaan yang berlimpah (mana kita tahu) dari bekas hasil usaha leluhurnya itu.

    Saya berpendapat bahwa sebuah tulisan itu adalah merupakan berita, jadi mestinya ditulis dari kedua sisi yang baik dan yang buruknya juga. Sehingga ada memberikan umpan terhadap opini publik.

    Katakanlah dalam penulisan tentang siapa GWC Van Motman ini. Tidak ada yang berani menulis atau menggali lebih jauh bagaimana patriotiknya dia dalam partisipasinya membela kepentingan Hindia Belanda. Tahun 1813 GWC van Motman mengirim bantuan (logistik ?) yang sangat besar kepada Daendels ketika membumi hanguskan Istana Kesultanan Banten pada masa Sultan Aliyuddin II, sehingga GWC diberi tanda jasa dan hadiah yang berasal dari pusaka-pusak milik kesultanan Banten yang yang dirampasnya akhirnya nasib pusaka-pusaka ini raib, sama seperti raibnya seisi memorial di moseleum Van Motman ini.

    Secara logika kerusakan Moseleum van Motman tidak mungkin 100% dirusak oleh masyarakat tanpa maksud tertentu. Misalnya marmer-marmer yang ada tulisan (memorialnya)…. buat apa semua itu diambilnya kalau bukan karena pesanan seseorang dan tentunya orang itu kemungkinan besar adalah orang yang ingin memilikinya karena ada kaitannya dengan silisilah dirinya (mana kita tahu?).

    Restorasi terhadap Moseleum van Motman, tidak harus selalu menanti i’tikad Pemerintah Indonesia untuk merestorasinya. karena Keturunan GWC van Motman, pasti semuanya terdiri dari orang-orang kaya-raya. Mengapa tidak berinisiatif untuk menghimpun dana dari antara mereka ?……

    Waduh, kepanjangan ya Mbak,… nanti deh saya sambung lagi…

    makasih

    1. Raiyani says:

      terimakasih atas informasi tambahannya, sangat bermanfaat sebagai bahan pengetahuan tentang moseleum ini.

      silakan di share

  9. evi saevi says:

    alhmdlh msh ada yg mau mengungkpa sejarah van motman ini, ane asli orang pilar malah gk tahu banyak karena kuncennya sudah meninggal, ane masih kecil jadi belum tahu banyak tentang kuburan keluarga van motman yang angker tersebut,,,untuk lebih menggalinya mbak bisa nanya ke keluarga alm H. Sumatra namanya,,,ane belum sempet nanya-nanya,,,terima kasih banyak mbak,,,kp ane disebut hehe…

    1. Raiyani says:

      Semoga bermanfaat, apabila ada informasi lain, silakan di share disini, agar banyak informasi yang kita peroleh. Terimakasih atas kunjungannya Salam

  10. ariandono says:

    saya ada kerja sosial di daerah leuwisadeng jg, desa sadengkolot. saya berminat mengunjungi tmpt ini dan tertarik, dari jalan besar patokannya apa ya? dan apakah jalannya bs masuk mobil jg? trims before.

    1. Raiyani says:

      jalan mobil bisa masuk, namun lebih baik parkir di tepi jalan, tidak jauh dari jalan utama. Ada palang di kanan jalan yang bertulis Moseleum Van Motman

  11. Mala says:

    Halo mbak Rai,

    Saya ingin mengunjungi musoleum ini, tapi saya search di internet tidak ada petunjuk arah yang pasti kalau dari Bogor dan naik angkot…

    Apakah bisa diinformasikan petunjuk arah dan patokannya mbak?

    Terima kasih

  12. wismoyo says:

    jauh gak dari jalan raya…

Leave a Reply

*

*