Articles Comments

Galeribogor.net » Tempat Ibadah » Pura Agung Jagatkarttya

Pura Agung Jagatkarttya

Iya benar, inilah memang pura terbesar di luar Bali, setelah Pura Besakih, kalimat  akhir yang saya simpulkan dari akhir perjalanan saya di bulan September tahun lalu, kunjungan ini adalah yang keempat kalinya, namun tidak mengubah kenangan-kenangan awal saat pertama kali mengunjungi sebuah pura indah di kaki gunung Salak, tepatnya di kecamatan Taman Sari, Ciapus, Bogor,  pura yang dibangun tahun 1995 ini begitu anggun terlihat, suasana hening, tenang, sejuk dan damai

Nista Mandala, sebuah pelataran pertama yang saya temui, di nista mandala ini  ada sebuah joglo/bale tempat beristirahat atau berbincang-bincang para tetamu, berjalan perlahan mendaki satu demi satu anak tangga menuju madya mandala, tampak pengayah (pengurus pura) berpakaian putih bersih membawa pasepan/dupa, dupa sebagai bentuk simbol api, penerang, saya menyapa sejenak pengayah ini dan memohon ijin untuk masuk ke madya mandala,  pengayah mengatakan harus meminta ijin dulu pada Jero Mangku Gede Darsa, syukurnya tak berapa lama pak Mangku begitu panggilan yang biasa diberikan, keluar dari madya mandala, seraya mengucap salam, saya memohon ijin untuk memasuki pusat persembahyangan ini, ditemani pak Mangku saya berkeliling di madya mandala.

pemandangan yang sungguh indah, gunung salak yang tadi tampak tertutup oleh gerbang pura, kini tampak luas ada di depan mata saya, terpampang jelas kemegahan padma (utama mandala) dengan latar belakang kabut gunung salak, mata saya terus berkeliling memandang sudut demi sudut pelataran mandala, suara angin dan sesekali burung elang terbang melintas di atas pura, suasana hikmad oleh para umat yang sembahyang. Dengan pelan dan tenang saya ambil beberapa foto, dan tetap tidak mengganggu prosesi sembahyang.

Seusai sembahyang pak Mangku kembali berbicang santai dengan saya, menceritakan asal usul pura berdiri, dikisahkan dahulu tempat ini adalah petilasan Prabu Siliwangi, seorang raja paling masyhur dan paling dipuja. Di lereng Gunung Salak sebagai simbol Maha Meru, tempat bersemayam para dewa, konon tempat ini dikenal sebagai tempat Batu Menyan. Batu yang mengeluarkan asap dupa setiap hari.Di batu itu pula, acap kali masyarakat melihat cahaya putih,sinar terang

Silakan kembali kesini lagi, kapan saja, kita selalu terbuka bagi para masyarakat yang ingin berkunjung ke pura, asal saling menghormati dan menghargai pura sebagai tempat suci, sehingga bagi para wanita yang sedang datang bulan dilarang masuk ke kawasan pura, dan dilarang memakai celana pendek ataupun baju berlengan buntung, itulah kalimat penutup pak mangku sebagai kata perpisahan sore itu untuk meninggalkan pura.  (Raiyani Muharramah)


Filed under: Tempat Ibadah · Tags:

2 Responses to "Pura Agung Jagatkarttya"

  1. Inka says:

    I would like to say thanks a lot for your work you have made in writing this piece of writing. I am hoping the same most effective job by you in the future as well.

  2. nita says:

    minta tolong ancer2nya dong mba kalo dari BTM. makasi sebelumnya ya mba

Leave a Reply

*

*