Articles Comments

Galeribogor.net » Wisata Budaya » Wayang Golek

Wayang Golek

Samar-samar suara gamelan mengalun dari ujung jalan kecil, nada gamelan yang mungkin terdengar belum begitu fasih, namun sudah berirama.  Semakin mendekat semakin jelas suara gamelan ini, tampak 5 orang turis sedang asik memainkan gamelan di bale-bale kayu disudut rumah.  Papan tulis hitam tergantung di pohon Jambu.  Di Papan itu tergores nada-nada gamelan bernot 1..3..2..6.. dst tampaknya membentuk notasi.  Pak Enday menunjuk satu demi satu not yang ada di papan. Sehingga mengalunlah irama dari gamelan-gamelan yang tertata rapi.

Usai bermain gamelan, turis yang berasal dari Belanda inipun diajak duduk menyaksikan proses pembuatan wayang Golek oleh Pak Entang. Dengan berbahasa Inggris serta Belanda yang fasih, Pak Enday menjelaskan satu persatu proses kerjanya.  Sayapun yang hadir sendirian turut bergabung dalam rombongan turis ini. Suguhan pisang goreng dan teh hangat memberi nuansa unik.  Sambil memperhatikan saru persatu kegiatan membuat wayang yang dijelaskan pak Enday, sayapun melahap sebuah pisang goreng manis ini.  Ada yang membelah kayu, mengecat, memasang  baju, dan mengukir hiasan demi hiasan dari kepala patung.  Baju-baju wayang nan indah ini dijahit langsung oleh sang ibu.  Manik-manik di pasangkan dengan teliti dan penuh kesabaran.  Hingga sebuah wayang yang telah jadi bisa di beli dengan harga mulai dari Rp 150.000 hingga 3 juta.

Rumah di gang kecil ini memiliki banyak makna, tampak tak pernah sepi oleh hilir mudik para turis domestik dan mancanegara.  Sebuah bengkel Wayang ini dimiliki oleh Pak Enday (35) dan Ayahnya yaitu Pak Entang Sutisna (62).  Sejak tahun 1970an Pak Entang sudah sangat tertarik dengan dunia wayang, setiap ada pertunjukkan wayang beliau selalu menyaksikan, dengan bakat seni yang ia miliki pak Entang mulai mencoba membuat sendiri wayang golek ini, di sela-sela waktu bekerjanya sebagai tenaga honorer di Korem, hingga akhirnya mampu membuat 120 karakter wayang

Menggunakan bahan baku kayu Lame/pulai dalam bahasa Latin di kenal dengan nama Alstonia scholaris. Pak Entang dengan tekun menggoreskan pisau kecil mengukir dan membentuk kepala Wayang.  Bahan Kayu Lame dipilih sebagian besar pembeli berasal dari luar negeri, dan kayu lame ini telah terbukti/teruji ketahanannya di negara Eropa. Meski berada di negara 4 musim tersebut, kayu ini tidaklah pecah, rusak ataupun berjamur, ntuk membuat 1 wayang pak Entang membutuhkan waktu 7 hari kerja. Dan dalam sebulan pak Entang bisa memproduksi sekitar 40 wayang dengan bantuan keempat anak beliau. Sungguh sebuah kegiatan berkarya yang mengagumkan, didukung oleh seluruh anggota keluarga pak Entang mampu menunjang perekonomian bagi keluarga dan juga turut serta melestarikan kekayaan Budaya bangsa Indonesia

Filed under: Wisata Budaya · Tags:

2 Responses to "Wayang Golek"

  1. Ria Sirait says:

    Mbak Raiyani,

    Boleh tau no telp.nya Bapak Entang Pengrajin wayang krn kami bermaksud pesan dengan wajah wayang yg special utk kasih kenang2an expat kami yg akan kembali ke negaranya dikarenaka kontrak kerjanya habis.

    Terima kasih atas infonya.

    Ria

    1. Raiyani says:

      silakan di no 081316652611

Leave a Reply

*

*